Disnaker Kota Sukabumi akan Luncurkan  Angket Digital, Telusuri 1900 lebih Pemegang AK-1

Sukabumi, - Pasca penurunan tipis Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 8,19%, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi langsung bergerak cepat diantaranya melakukan langkah konkret untuk memvalidasi dan memetakan status pencari kerja di lapangan. Disnaker kini fokus pada strategi utama yaitu penelusuran data pembuat Kartu Pencari Kerja (AK-1).

Penelusuran ini diinisiasi dengan menyebarkan angket digital atau Google Form melalui grup-grup WhatsApp yang beranggotakan para pemegang kartu AK-1. Sasaran awal program ini mencakup kurang lebih 2.000 pembuat AK-1 di tahun 2025, dan secara bertahap akan diperluas pada sasaran tahun-tahun sebelumnya.

Untuk memastikan penelusuran berjalan efektif, Disnaker telah membentuk tim khusus. Tim internal ini diketuai oleh Bapak Alvian dan Sekretaris Ibu Mela, didukung oleh koordinator di setiap kecamatan dari unsur Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi.

Mendapatkan Data Tepat untuk Program Tepat

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Dr. H. Punjul Saepul Hayat, S.STP., M.Si, menjelaskan bahwa angket ini dirancang untuk mendapatkan informasi yang spesifik dan akurat, di antaranya:

  1. Apakah pembuat AK-1 tersebut sudah terserap dunia kerja?
  2. Di mana lokasi mereka bekerja saat ini?
  3. Apakah perusahaan tempatnya bekerja sudah menerapkan standar ketenaga kerjaan?
  4. lainnya.

"Hasil dari angket ini akan dijadikan data basis bagi Disnaker. Dengan data yang presisi ini, kami dapat menyajikan program kegiatan yang lebih sesuai dan betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat, baik dalam fase penyiapan tenaga kerja, penempatan, perlindungan, maupun pemberdayaan," tutur Dr. Punjul.

Visi Transformasi dari 'Pekerja' Menjadi 'Juragan'

Lebih jauh, Dr. Punjul menyampaikan visi besarnya di balik setiap program Disnaker. Ia tidak hanya berharap tenaga kerja mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mencapai kesejahteraan.

"Kami berharap bahwa tenaga kerja bisa sejahtera, sehingga pada akhirnya dapat berubah dari pekerja menjadi juragan. Jika seorang pekerja setelah pensiun bisa mengumpulkan modal kemudian menjadi pengusaha kecil atau menengah, ini akan menciptakan multiplier effect yang besar, bukan hanya untuk diri dan keluarganya, tetapi juga bagi penciptaan lapangan kerja baru untuk masyarakat secara luas," tegasnya.

Dengan data yang solid dari penelusuran AK-1, Disnaker optimistis dapat merancang pelatihan, memfasilitasi penempatan, dan memberikan perlindungan yang tepat, sekaligus mendorong potensi wirausaha di kalangan pemegang kartu kuning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *