Sukabumi, - Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya kabar baik bagi Kota Sukabumi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di kota tersebut berhasil ditekan, meski tipis, dari angka 8,34% menjadi 8,19% per Agustus 2025. Meskipun terjadi penurunan, hasil ini menjadi cambuk bagi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi untuk bekerja lebih keras lagi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Dr. H. Punjul Saepul Hayat, S.STP., M.Si, saat ditemui awak media di kantornya pada Jumat (7/11/2025), menyatakan bahwa hasil survei BPS tersebut akan dijadikan acuan dan motivasi utama untuk terus berupaya menurunkan TPT secara signifikan.
Strategi Komprehensif Disnaker Menurunkan TPT
Dr. Punjul menjelaskan, Disnaker telah merancang sejumlah pendekatan strategis yang komprehensif untuk menindaklanjuti data ini. Upaya tersebut berfokus pada tiga pilar utama: penempatan, perlindungan, dan pemberdayaan tenaga kerja.
1. Penguatan Data dan Penelusuran Pencari Kerja
Langkah awal yang dicanangkan adalah penelusuran data pembuat AK-1 (Kartu Kuning). Data ini akan menjadi basis informasi utama mengenai para pencari kerja di Kota Sukabumi.
"Data AK-1 adalah basis data pekerja kita yang valid. Ini akan ditindaklanjuti dengan berbagai pendekatan program baik di bidang penempatan, perlindungan, maupun pemberdayaan," tegas Dr. Punjul.
2. Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK)
Disnaker berkomitmen untuk mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK). BLK akan difungsikan secara optimal sebagai tempat melatih para pencari kerja agar mereka memiliki keahlian atau skill yang relevan dan sesuai dengan tuntutan industri saat ini. Tujuannya adalah mengurangi mismatch antara ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan pasar.
3. Pemanfaatan Teknologi Digital
Upaya lain adalah meningkatkan sosialisasi dan pemanfaatan platform digital. Masyarakat, khususnya pencari kerja, akan didorong untuk aktif menggunakan aplikasi resmi seperti SIAP KERJA, SISKOP2MI dan NYARI GAWE milik Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian P2MI maupun provinsi. Platform ini diharapkan dapat menjembatani informasi lowongan kerja dengan lebih cepat dan efisien baik di dalam maupun luar negeri. menurut Dr. Punjul, pihaknya tidak akan membuat aplikasi anyar, karena semua sudah terwadahi oleh 3 aplikasi di atas, serta tidak ingin masyarakat, dunia usaha dan industri kebingungan karena banyaknya aplikasi.
4. Kolaborasi dan Sinergi Lintas Sektor
Terakhir, Dr. Punjul menekankan pentingnya menjalin kolaborasi secara horizontal maupun vertikal. Kolaborasi horizontal melibatkan kerja sama dengan sektor swasta, LPK, LKP, BKK SMK (seperti yang dilakukan dalam Rakor sebelumnya), dan instansi di tingkat kota. Sementara kolaborasi vertikal menyangkut koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, terutama Kementerian Tenaga Kerja, untuk menarik program-program strategis ke Kota Sukabumi.
"Penurunan TPT adalah kerja bersama. Dengan sinergi seluruh pihak dan optimalisasi program pelatihan dan penempatan, kami optimis angka pengangguran di Kota Sukabumi dapat terus kita tekan hingga mencapai target terendah nasional " tutup Dr. Punjul.
di dalam Berita




One thought on “Angka Pengangguran Turun Tipis, Disnaker Kota Sukabumi Perkuat Strategi Kerja”
good