KOTA SUKABUMI – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Dr. Punjul Saepul Hayat, menghadiri Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Sukabumi pada Selasa, 25 November 2025. Rapat yang digelar di ruang paripurna DPRD tersebut membahas detail program prioritas Disnaker untuk Tahun Anggaran 2026 di tengah isu krusial mengenai rencana pemotongan Dana Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.
Dalam presentasinya, Dr. Punjul secara tegas menyatakan bahwa tantangan utama Kota Sukabumi adalah tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai 8,19%, menempatkan kota ini sebagai TPT tertinggi ketiga di Jawa Barat.
"Ini adalah masalah sosial dan ekonomi yang mendesak, Bapak/Ibu Dewan. Angka 8,19% TPT merefleksikan lebih dari 14 ribu jiwa warga kita yang membutuhkan intervensi serius. Oleh karena itu, di tengah isu pemotongan TKD, kami harus memastikan alokasi anggaran tetap fokus pada peningkatan kompetensi dan perlindungan kerja," ujar Dr. Punjul di hadapan anggota Banggar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Disnaker mengajukan dan memaparkan tiga strategi utama yang akan dijalankan pada tahun 2026, yang dirancang untuk mengoptimalkan sumber daya anggaran yang terbatas:
- Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK): Strategi ini berfokus pada investasi infrastruktur dan kurikulum, dengan usulan alokasi dana untuk memastikan BLK dapat mencetak lulusan bersertifikasi di enam bidang unggulan, termasuk Tata Boga, Pengelasan, bahasa, hospitality, dan Otomotif.
- Optimalisasi Perlindungan Kerja: Melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Disnaker menargetkan Pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan, guna memberikan jaring pengaman sosial dasar bagi sektor non-formal.
- Aksesibilitas dan Pemberdayaan: Strategi ini mencakup program Job Fair terjadwal, penguatan Kelurahan Migran EMAS (Ekosistem Migran yang Aman dan Sejahtera), program Transmigrasi, peringatan Mayday, dan peningkatan kualitas pelayanan Kartu Kuning (AK-1).
Rapat yang berlangsung dinamis tersebut ditutup dengan kesimpulan positif. Anggota Badan Anggaran DPRD menyatakan dukungan penuh mereka. Output dari rapat tersebut adalah adanya dukungan politik dan anggaran terhadap tiga pilar strategi yang diajukan.
"Kami mengapresiasi Disnaker yang tetap fokus dan strategis di tengah tekanan anggaran. Kami siap memberikan dukungan politik dan alokasi anggaran yang memadai, terutama untuk investasi di BLK dan program perlindungan BPJS, agar pekerja kita di Kota Sukabumi benar-benar bisa sejahtera," tutup perwakilan Banggar.
Dukungan ini menjadi modal penting bagi Disnaker untuk menjalankan program-programnya pada 2026, dengan target utama menurunkan angka TPT Kota Sukabumi hingga di bawah 8,0%.



