Program penempatan kerja ke luar negeri tak hanya dipandang sebagai upaya menekan angka pengangguran di Kota Sukabumi.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyebut program tersebut sebagai investasi jangka panjang yang diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia dengan pengalaman dan wawasan internasional. “Bekerja ke luar negeri bukan hanya soal meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, tetapi juga memperluas pengalaman serta wawasan internasional bagi warga kita,” ujar Ayep Zaki, Rabu (16/9).
Pernyataan Ayep Zaki tersebut terkait dengan Pemerintah Kota Sukabumi yang berhasil mencatatkan pencapaian signifikan dalam pengelolaan program ketenagakerjaan dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) hingga Agustus 2026. "Berdasarkan data Pilar 1 Ketenagakerjaan per Agustus 2026, antusiasme pencari kerja serta kesiapan penyerapan tenaga kerja terus menunjukkan grafik positif," jelasnya.
Ia memaparkan, sepanjang bulan Agustus 2026, jumlah pencari kerja tercatat mencapai 697 orang atau 240% dari target bulanan (291 orang). Angka tersebut terdiri dari 237 orang pencari kerja dalam negeri dan 460 orang calon PMI. Secara kumulatif hingga Agustus 2026, total pencari kerja telah menembus 5.052 orang dari target 2.328 orang (217%). Baca Juga: IGD RSUD Sekarwangi Overload, Kunjungan Pasien Tembus 150 Orang per 12 Jam "Peningkatan dramatis terlihat pada program Pelatihan Calon PMI.
Pada bulan Agustus 2026 saja, sebanyak 1.557 orang calon PMI telah mengikuti pelatihan mencapai 938% dari target bulanan sebanyak 166 orang. Secara kumulatif, total warga yang mendapatkan pelatihan persiapan ke luar negeri mencapai 2.022 orang (134% dari target kumulatif 1.323 orang)," ungkapnya. Lanjut Ayep Zaki, sedangkan pada indikator Keberangkatan Calon PMI, sebanyak sembilan orang telah diberangkatkan pada bulan Agustus dari target 83 orang.
Secara akumulatif hingga Agustus 2026, sebanyak 539 Calon PMI telah resmi diberangkatkan ke negara tujuan, atau mencapai 61% dari target kumulatif tahunan sebesar 664 orang. "Visi jangka panjang Pemkot Sukabumi untuk menjadikan Kota Sukabumi sebagai pilar penyerapan tenaga kerja berskala nasional. Kami memiliki cita-cita besar agar Kota Sukabumi berkembang menjadi kota yang ramah migran (City of Migrant Center)," tandas Ayep Zaki.
Lebih lanjut, Ayep menegaskan, layanan, pelatihan, dan perlindungan yang dibangun tidak hanya terbuka bagi warga Kota Sukabumi saja, tetapi juga diproyeksikan dapat diakses seluruh masyarakat dari berbagai pelosok Indonesia yang ingin berjuang memperbaiki kesejahteraan melalui jalur migrasi kerja yang aman dan legal.
"Dengan angka pelatihan yang melampaui target, Pemerintah Kota Sukabumi optimis realisasi keberangkatan PMI akan terus meningkat seiring penyelesaian administrasi dan proses penempatan resmi di negara tujuan," pungkasnya.(ris) Halaman:


